Pengertian PHP

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia desain web mungkin tidak asing lagi mendengar kata “PHP”. PHP merupakan singkatan rekursif Hypertext Preprocessor. Definisi dari PHP adalah bahasa pemrograman server-side yang dirancang untuk pengembangan web. PHP dikatakan server-side karena program yang diberikan akan dijalankan/diproses pada komputer yang bertindak sebagai server. Sebagai contoh, ketika Anda membuka situs facebook.com maka web browser akan melakukan request ke server.

Biasanya, PHP digunakan bersamaan dengan penggunaan bahasa pemrograman, seperti HTML dan JavaScript, dimana bahasa tersebut dijalankan di sisi web browser (client). PHP juga dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS (Content Management System).

PHP tidak hanya digunakan untuk membuat halaman web yang sederhana tetapi menghasilkan website yang popular dan digunakan banyak orang seperti Joomla, Wikipedia, Drupal, WordPress dan sebagainya. Dewasa ini, penggunaan PHP diminati oleh banyak orang karena memberikan solusi yang murah (free) dan juga dapat berjalan di berbagai berbagai platform.

 

SEJARAH PHP

Awalnya, PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page yang digunakan untuk membuat situs pribadi. Namun seiring perkembangannya, akronim PHP diperbaharui. PHP sendiri bermula ketika Rasmus Lerdorf, seorang pemrogram di Denmark/GreenLand pada 1994 membuat script dengan bahasa Perl di web pribadinya.

Untuk meningkatkan performa, Lerdorf membuat ulang script tersebut dalam bahasa C. Script itu memiliki kemampuan untuk memproses form HTML agar dapat berkomunikasi dengan database. Ia memberikan nama dengan sebutan PHP/FI (Personal Home Page Forum Interpreted) yang terdiri dari sekumpulan script untuk mengolah data formulir dari web. Dengan sebutan PHP/FI yang bersifat open source membuat banyak pemrogram yang ikut serta dalam pengembangan PHP.

Script tersebut dirilis ke publik dengan sebutan PHP Tools version 1.0 pada 8 Juni 1995 melalui sebuah grup diskusi Usenet di alamat comp.infosystems.www.authoring.cgi. Pada versi 1.0, dikatakan bahwa PHP merupakan sebuah framework bahasa C yang digunakan dalam pengembangan web. Pada April 1996, Lerdorf mengumumkan PHP/FI versi 2.0 saat sedang mengerjakan proyek di Universitas Toronto. Proyek tersebut membutuhkan pengolahan data dan desain web yang rumit. Dalam versi 2.0 ini terjadi penambahan fitur baru seperti fitur logika “if” dan “else”. Istilah scripting language mulai digunakan ketika itu.

Pada Pertengahan 1997, Zeev Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan pemrograman pendatang baru ikut mengambil bagian untuk membuat ulang interpreter PHP agar lebih stabil. Perilisan PHP versi 3.0 ditandai dengan melakukan perubahan akronim PHP menjadi Hypertext Preprocessor. Sejak saat itulah, PHP menjadi bahasa pemrograman web popular di seluruh dunia dan menjadi standar bagi seorang pemrogram.

 

FUNGSI PHP

Pada umumnya, untuk membangun halaman web, PHP bukanlah menjadi bahasa pemrograman yang utama. Menggunakan HTML dan CSS sudah dapat menghasilkan halaman web statis, dimana kontennya bersifat tetap. Bahasa PHP merupakan bahasa pemrograman pelengkap yang digunakan untuk menghasilkan web yang dinamis dan interaktif. Berikut akan dijelaskan mengenai beberapa fungsi dari PHP :

  1. Mempersingkat tatanan HTML dan CSS

    Untuk membangun sebuah halaman web yang dinamis, PHP dapat berfungsi untuk mempersingkat penggunaan tatanan HTML dan CSS. Sebagai contoh, Dalam suatu sistemkaryawan memiliki jumlah baris 100. Jika menggunakan HTML dan CSS maka barisan tersebut menjadi sangat panjang. Sedangkan jika ditambah dengan menggunakan PHP, maka Anda bisa mengatur beberapa baris yang dibutuhkan atau ditampilkan.

  2. Input data

    Dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, Anda dapat menginput data dan menyimpannya dalam sistem Database, seperti MySQL.

  3. Manajemen cookie dan session

    Dalam PHP, Cookie dan Session digunakan untuk menyimpan informasi pengguna. Fungsi session_start() untuk memulai session dan cookie dengan fungsi setcookie(). Sebagai contoh proses cookie, menyimpan username dan password pengguna di browser sehingga tidak harus mengisinya ulang ketika membuka situs yang sama. Session contohnya menyimpan informasi login yang hanya berlaku dalam satu sesi saja.

  4. Kompres teksDalam PHP, Anda bisa mengkompres teks yang panjang menjadi lebih pendek dengan fungsi gzcompress() dan mengembalikannya dengan fungsi gzuncompress().Itulah beberapa fungsi dari PHP. Demikianlah penjelasan mengenai pengertian PHP, sejarah perkembangan PHP dan fungsi PHP. Penulis berharap agar Anda mengetahui sejarah perkembangan PHP dan fungsinya. PHP yang memiliki fungsi utama untuk mendesain web dinamis dan interaktif

Repost by : https://www.nesabamedia.com