Penelitian Verifikasi

pengertian penelitian verifikasi

Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan,menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta.

 Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwatingkah lakuteori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi menyeluruh mengenai suatu subyek tertentu, dan biasanya dihubungkan dengan hasil dari suatu ilmu atau metode ilmiah. Kata ini diserap dari kata bahasa Inggris research yang diturunkan dari bahasa Perancis yang memiliki arti harfiah “menyelidiki secara tuntas”(id.wikipedia.org/wiki/Penelitian).

Verifikasi adalah penilaian terhadap sumber-sumber. Penilaian meliputi dua aspek (ekstern dan intern). Aspek ekstern mempersoalkan apakah sumber itu merupakan sumber sejati yang diperlukan, sedangkan aspek intern mempersoalkan apakah sumber itu dapat memberikan informasi yang diperlukan. Dalam menilai sumber, kedua aspek ini dilakukan bersama-sama.
Kritik ekstern harus dapat menjawab tiga pertanyaan, yaitu

1) apakah sumber itu merupakan sumber yang dikehendaki (soal autentisitas):

2) apakah sumber itu asli atau turunan (soal orisinalitas):

3) apakah sumber itu masih utuh atau sudah diubah-ubah (soal integritas).

Setelah ada kepastian bahwa sumber itu merupakan sumber yang henar-benar diperlukan dalam bentuk asli dan masih utuh barulah dilakukan kritik intern. Kritik intern dilakukan untuk membuktikan bahwa informasi yang terkandung di dalam sumber itu memang dapat dipercaya. Untuk membuktikannya dilakukan dengan penilaian intrinsik terhadap sumber dan dengan membandingkan kesaksian-kesaksian berbagai sumber.

 

  1. Pendekatan verifikasi.

 

Pendekatan verifikasi menyatakan sesuatu baru layak disebut ilmu pengetahuan jika pernyataan-pernyataannya dapat diverifikasi, yakni dapat dibuktikan kebenarannya oleh panca indera. Pendekatan ini merupakan prinsip positivisme atau naturalisme. Pendekatan verifikasi menghendaki adanya bukti empirik terhadap hipotesa sebelum dia menjadi sebuah teori. Dalam pembuktiannya, pendekatan verifikasi menggunakan metode induktif dimana fakta-fakta dikumpulkan terlebih dahulu, kemudian membuat generalisasi. Pendekatan ini lazim digunakan dalam ilmu-ilmu alam. Jika beberapa materi A tidak ada yang bersifat B, A pasti tidak bersifat B. Generalisasi tidak memeriksa seluruh A dan menyimpulkan sifat A, tetapi hanya mengambil sampel saja.

Kalau verifikasi digunakan untuk mencari kebenaran suatu teori, maka falsifikasi digunakan untuk mencari kesalahan sebuah teori. Suatu teori harus falsifiable, yaitu berpeluang untuk disalahkan secara induktif-empiris atau deduktif-rasional. Semakin besar kemungkinan atau peluang untuk disanggah, semakin baik dan kokoh validitas teori itu . Hal itu karena teori yang disanggah akan terus memperbaiki diri dan semakin lama semakin kuat bangunannya. Hipotesa yang dipakai sebelum teori tersebut dapat dibuktikan pun dicari kesalahannya. Jika terdapat kesalahan dalam hipotesa maka gugurlah hipotesa berikut teori yang akan dibangun.

Repost by: http://bukucatatan3.blogspot.com